Tampilkan postingan dengan label DPC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DPC. Tampilkan semua postingan

Penyembelihan Hewan Qurban 1434 H - DPC PKS Batununggal, Bandung-


Sabtu 11 Dzulhijjah 1434 H yang bertepatan dengan tanggal 27 Oktober 2012 DPC PKS Batununggal mengadakan penyembelihan hewan qurban. Alhamdulillah pada kesempatan tahun ini, terhitung 2 ekor sapi dan 3 ekor kambing yang dititipkan oleh kader dan simpatisan PKS untuk dikelola dan dibagikan kepada masyarakat sekitar.



Penyembelihan dan pengelolaan hewan qurban dilakukan di rumah salah satu kader DPRa PKS Kacapiring, yang tepatnya dirumah ketua nya sendiri (Akh Walid), penyembelihan dilakukan pada pukul 7 pagi, adapun proses pengelolaan dan pembagian dilakukan sampai pada siang hari itu juga.



Akhirnya semoga Allah menerima semua kebaikan kader dan simpatisan yang menitipkan hewan qurbannya untuk dikelola oleh DPC, serta daging hasil sembelihan bisa terasakan mamfaatnya oleh masyarakat sekitar.. Amin

Read More...

Sekilas tentang #BeliBatununggal



#BeliPKS merupakan jargon yang di dengungkan oleh bidang PDEK di DPP dengan tujuan untuk menggugah para kader dan simpatisan untuk membeli produk kader itu sendiri yang pada akhirnya bisa terasa mamfaat dan saling mensejahterakan antara kader dan simpatisan.

Walaupun memang tidak membatasi hanya kader dan simpatisan saja yang bertransaksi jual-beli dalam ‘program’ ini, tapi membuka seluas-luasnya juga bagi warga masyarakat lainnya.

Dengan program positif seperti ini, penyerapan program pun harus dilakukan dari tingkat struktur atas sampai bawah (DPP s/d DPRa). Maka DPC Batununggal dalam hal ini harus ikut menjadi dari bagian dalam program tersebut, terbilang sudah beberapa kali pertemuan dan pelatihan tentang kewirausahawan dilakukan oleh DPC Batununggal, serta mendata dan mengumpulkan kader yang mempunyai usaha, baik itu usaha dengan skala besar ataupun kecil. #BeliBatununggal

2 September 2012 kemarin DPD PKS Bandung mengadakan acara Halal Bil Halal Kader dan simpatisan di GOR Koni Jl.Jakarta Bandung, di acara tesebut di isi dengan taujih beberapa qiyadah seperti ust.Tate Qomarudin (Ketua DPW PKS Jabar) dll, wayang dakwah, taujih dari ust.Ahmad Heryawan (Gubernur Jabar) dan beberapa kegiatan lainnya.  Dan seperti biasanya di halaman tempat acara berlangsung diselengarakan Bazar, tak luput DPC PKS Batununggal memeriahkan bazar tersebut dengan menggunakan “wadah” #BeliBatununggal, terhitung beberapa kader membuka lapak jualannya disana.


Alhamdulillah selesai acara Halal Bil Halal bpk Gubenur jabar (ust.Ahmad Heryawan) meyempatkan datang ke stand #BeliBatununggal dan bediskusi sebentar dengan beberapa kader #BeliBatununggal.

Semoga dengan program positif seperti ini bisa lebih mengiatkan lagi jiwa ke-wirausahaan kader, simpatisan dan masyarakat. Lebih bisa membuka lapangan pekerjaan dan bisa lebih men-Sejahterakan. #BeliBatununggal.








Read More...

PKS Tetap Beda

Dua bulan terakhir, PKS seolah menjadi actor antagonis dari sebuah drama politik yang entah disutradarai oleh siapa. Semuanya bermula ketika PKS ngotot menggulirkan hak angket mafia pajak. Bersama Partai Golkar,  PKS menjadi partai yang berbeda sikapnya dengan partai koalisi pendukung SBY terkait hak angket tersebut. Ketika akhirnya pendukung hak angket kalah  dalam voting, saat itu pula drama politik PKS bergulir.

Diawali dengan isu korupsi daging impor yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian, video mesum tidak mirip Anis Matta, lalu secara tiba-tiba muncul Yusuf Supendi yang menggugat petinggi PKS dengan berbagai tuduhan, hingga berujung pada kasus Arifinto yang tertangkap kamera wartawan sedang “melihat” materi porno di ipadnya saat Sidang Paripurna.

Hujatan publik mengalir deras. Cercaan dan makian bertubi-tubi menghujani tubuh PKS. Kata mereka: “PKS menjual agama”; “ PKS partai munafik”; PKS partai porno”; “PKS tak ada bedanya dengan partai lain”.  Benarkah PKS sama dengan partai lainnya?

PKS Tetap Beda!

PKS bukanlah kumpulan malaikat yang karena tak punya nafsu maka tak bisa berbuat salah. PKS juga bukan kumpulan setan yang setiap saat selalu berbuat salah dan berkewajiban mengajak orang lain untuk mengikuti jejaknya.

PKS hanya jamaah manusia yang berusaha seoptimal mungkin “mendekati” kesucian malaikat untuk tak berbuat dosa dan disaat yang sama berusaha semaksimal mungkin menjauhi setan agar tak terjerumus dalam kesesatannya.

Setiap pekan kader PKS mengkaji Islam sebagai cara kader PKS mengenal lebih dekat ajaran Allah yang dibawa oleh Rasulullah saw. Setiap pekan kader PKS di mutaba’ah: berapa kali kader PKS sholatjamaah?; berapa kali kader PKS sholat sunnah?; berapa kali kader PKS puasa?; berapa kali kader PKS membaca dan mentadabburi al-Qur’an?; berapa kali kader PKS sholat malam?; berapa kali kader PKS berinfak?; berapa kali kader PKS bersilaturahim?; berapa kali kader PKS membaca buku?; dan berapa kali kader PKS melakukan amal-amal kebaikanlainnya?

Itu semua sebagai cara kader PKS mempraktekkan ajaran Islam yang lengkap dan paripurna. Itulah cara kader PKS menjauhi perbuatan dosa. Itulah cara kader PKS mengendalikan nafsu. Itulah cara kader PKS “mendekati” kesempurnaan malaikat yang bebas dari dosa. Dan, sekali lagi, itulah cara kader PKS menjauhi godaan setan yang tak pernah kenal lelah mendatangi kader PKS dari seluruh penjuru mata angin, bahkan hingga merasuk kedalam hembusan nafas dan aliran darah kader PKS.

Beberapa pekan sekali kader PKS mabit untuk membersihkan hati dari debu-debu dosa. Kader PKS  sholat malam berjamaah, kader PKS bermuhasabah,  kader PKS mengkaji Islam. Begitu indah. Suasana kebersamaan begitu terasa. Kader PKS terikat bukan hanya karena factor politik;  tapi ikatan iman dan aqidah.

Adakah partai lain melakukan apa yang PKS kerjakan? Sejauh pengamatan kami: belum ada! Bagi kader PKS, partai hanya sebuah sarana dakwah; bukan tujuan; bukan segala-galanya.
Lalu, mengapa masih ada kader PKS yang terjebak rayuan maut setan?

Itulah bukti bahwa kader PKS manusia;  bukan malaikat. Bukti bahwa setan tak kenal lelah menggoda manusia dengan berbagai trik jitu dan halus. Bayangkan, kader PKS saja yang berusaha keras menginternalisasi nilai-nilai Islam kepada paraanggotanya, ternyata masih kecolongan. Lalu, bagaimana jadinya dengan partai lain yang Cuma menjadikan politik sebagai sarana merebut dan mempertahankan kekuasaan?

PKS Tetap Beda!

Bagi yang menganggap PKS sama dengan partai-partai lain, perhatikanlah baik-baik setiap kasus yang menimpa PKS. Semuanya baru dugaan dan tak pernah diajukan kemeja pengadilan. Kasus korupsi daging impor yang dimuat di Majalah Tempo, hingga hari ini tak pernah masuk keranah hukum. Bahkan, kalau mau jujur, apa yang menimpa Arifinto, belum terbukti benar.  Sejauh ini, media menghakimi Arifinto sengaja membuka situs porno, yang kemudian dibantah oleh Arifinto bahwa ia hanyamembuka link email.

Dan inilah yang membuat PKS tetap beda dengan partai lainnya. Meski belum terbukti, Arifinto langsung mundur sebagai anggota DPR. Tahukah jika di gedung dewan yang terhormat itu, teramat banyak anggotanya yang jelas-jelas sudah terbukti bersalah, namun tak mau mundur dengan alasan kasusnya belum memiliki kekuatan hukum tetap?

Tahukah jika disana banyak tindakan anggota dewan yang jauh lebih menjijikkan dan memalukan dibanding Arifinto? Tidur saat sidang, jarang hadir,  menelepon dan bermain ipad. Tapi mereka tak malu. Dan karenanya mereka tak mau mundur.

PKS Tetap Beda!

Lihatlah saat PKS melakukan pergantian pucuk pimpinan partai. Tak ada gontok-gontokan. Tak ada keributan. Tak ada politik uang. Tak ada kursi terbang di atas kepala. Tak ada kata-kata makian yang terlontar. Semuanya berlangsung smooth. Bahkan tak jarang di antara kader PKS saling mempersilakan diri untuk menjadi pemimpin.

Itu karena bagi kader PKS, menjadi pemimpin adalah amanah berat yang kelak harus dipertanggungjawabkan di akhirat. Menjadi pemimpin di DPC, DPD, DPW atau DPP bukanlah tiket untuk menjadi anggota dewan atau menteri. Dan karena itu pula, tak ada dalam kamus kader PKS untuk mati-matian memperebutkannya.

Bandingkan dengan partai lain. Setiap dihelat munas, rapimnas, mukernas atau yang sejenisnya, selalu saja berita yang tersaji sangat tidak elok untuk didengar. Isu suap, perkelahian di ruang sidang, kursi terbang, dan sebagainya. Ujung-ujungnya, ketika ada pihak yang kalah, maka mereka akan keluar dari partai dan membuat barisan baru.

PKS Tetap Beda!

Masih ingatkah dengan tradisi politik adiluhung yang dilakukan PKS sejak dulu? PKS mengharamkan rangkap jabatan. Tak ada dalam kamus PKS, seorang pejabat public juga menjadi pejabat partai. Di mulai dengan mundurnya Nurmahmudi Ismail yang saat itu diangkat menjadi menteri Kehutanan oleh Gus Dur. Ia mundur sebagai presiden partai untuk menghilangkan konflik kepentingan. Tradisi itu terus PKS lakukan hinggasaat ini.

Bukankah secara kasat mata saja, terlihat perbedaan PKS dengan partai lain? Di saat PKS mengharamkan rangkap jabatan, di saat yang sama partai-partai lain justru dengan sengaja menjadikan pimpinan partainya merangkap jabatan sebagai pejabat publik. Kita bias melihatnya sekarang: betapa banyak pimpinan partai yang menjadi menteri.

PKS Tetap Beda!

Slogan PKS sebagai partai yang peduli, bukan pepesan kosong. Berapa kali sudah PKS berada di garda terdepan saat bencana dating menghantam negeri kita tercinta. Di Aceh kala tsunami menerjang; Di Yogyakarta kalagempa mengguncang; di Padang dan Mentawai saat lindu menggoyang; juga di Yogyakarta kala Merapi meradang. Kepedulian PKS adalah wujud Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Praktek nyata dari keindahan nilai-nilai Islam dalam memandang kemanusiaan.

Itulah yang membedakan PKS dengan partai lain. PKS hadir setiap hari: dimana pun dan kapanpun. PKS tak hanya hadir saat menjelang pilkada atau pemilu. PKS tak hadir lima tahun sekali dengan membagi-bagi sembako, kaos, jilbab dan uang.  Tak semurah dans erendah itu PKS menghargai rakyat.PKS hadir setiap saat ketika masyarakat membutuhkan PKS.

PKS Tetap Beda!

Meski kader PKS mulai dihinggapi persoalan-persoalan yang mirip dialami kader partai lainnya, tak serta merta membuat PKS sama. Kasus Arifinto yang menurutnya tak sengaja membuka konten porno   tentu saja jauh berbeda dengan kasus sejenis yang dialami kaderpartai lain. Arifinto bukanlah Yahya Zaini atau Max Moein yang jelas-jelas telah berzina.
Akhirnya, kami hanya ingin mengingatkan: Toyota Alphard dan Bajaj tetaplah berbeda meski keduanya memiliki bentuk roda yang sama yakni bundar.

Wallahua’lam bishshowab.


Erwyn Kurniawan
 
Read More...

Inilah Jawaban Kami...


"astaghfirullah,memalukan,inikah partai dakwah,dakwah porno?dl pks skrg gk respek lg"

Komen diatas dari seseorang yang memberi comment di akun facebook ane. Apa jawaban ane? sebagai kader ecek-ecek alias kelas teri yang hidup di dusun alias grass root, yang menyadari betapa kecilnya peran diri ini dibanding para qiyadah dengan segudang amanah, inilah yang ane jawab:

Inikah partai dakwah? YA. 100% KAMI TAK PERNAH SANGSI. Kok ada yg berbuat begitu? Husnudzon di awal, itu perintah Allah dan tuntunan Nabi. Kalo memang terbukti? hukum yg akan bicara. Apa ada orang yang tidak pernah berbuat salah?

Menodai partai dakwah? KALO TERBUKTI, noda itu tinggal dibersihkan. Kalo tdk bisa dibersihkan? diamputasi (pecat). Dan tanpa gembar-gembor, PKS sudah banyak menjatuhkan sangsi kepada kader-kadernya yang terbukti melanggar AD/ART dan etika.

Memalukan kami? TIDAK. Tapi sbg pembelajaran bg kami, YA! Kenapa harus malu u/ mengakui dan bertobat KALO ITU TERBUKTI SALAH? Hanya iblis yang sombong untuk mengakui kekeliruan diri.

Gara2 begini kami jadi berhenti? TIDAK. TAKKAN PERNAH. Krn dakwah ini tidak ditentukan satu dua orang. Bahkan seandainya semua meninggalkan arena dakwah, kami tlah ber'azam takkan pernah meninggalkan jalan dakwah ini. Kami berdakwah bukan u/ berharap puja puji atau takut dicaci. Allah-lah tujuan kami. Kalo ada yg bersalah diantara kami, Allah pula sudah memberi guide: BERTOBAT dan dimaafkan atau KALO TDK MAU BERTOBAT sungguh azab Allah sangat pedih hanya dibanding caci maki!

Mungkin komen ane ini ada yang akan mengomentari: "kasihan kader lapisan bawah yang ikhlas berjuang dan tsiqoh pada qiyadah, tapi qiyadahnya sudah pada menyimpang, hidup bergelimang dunia". Saya akan katakan: "Kasihinilah dirimu sendiri, yang hidup bergelimang prasangka dan dusta. Kasihinilah dirimu sendiri, yang lebih memilih menyendiri diterkam srigala dibanding teguh dalam jamaah penuh berkah, kasihinlah dirimu sendiri yang tiada henti sibuk mengorek orang lain tapi melupakan aib diri sendiri".

Hasbunallah wani'mal wakil... kami yakin semua sudah dalam skenario Allah, tak ada satupun yang kebetulan semata. Cukuplah Allah bagi kami...

*)penulis: admin pkspiyungan

*posted: pkspiyungan.blogspot.com
Read More...

MIlad PKS ke-13

Read More...

Media Center DPC PKS Batununggal

Tak dipungkiri lagi saat ini peran media di tengah masyarakat begitu dominan dalam membangun sebuah opini public, arusnya begitu kuat bahkan terkadang opini tersebut bisa menjadi sebuah fakta pembenaran atas sebuah kasus. Sebab untuk saat ini jika kita berbicara tentang sebuah objektifitas, seperti nya hal tersebut menjadi sebuah “barang mahal” yang tak di dapat dari kebanyakan media saat ini. Contoh ketika tragedi WTC pada tanggal 11 September 2011, saat itu pembentukan opini yang dilakukan oleh mayoritas media barat menyebutkan ‘islam’ dibalik serangan tersebut dan ternyata opini tersebut menjadi sebuah ‘fakta’ atas sebuah pembenaran yang sampai saat ini opini tersebut masih dipertanyakan kebenarannya, dan masih banyak opini-opini yang terkaburkan menjadi sebuah ‘fakta’.

Terlepas dari ketidak Netralan sebuah media, alangkah baiknya kita melihat sebuah opini dari beberapa sisi yang berbeda, supaya kita bisa mengambil ke-objektifan dari sebuah opini manakala kita melihat dari kedua sisi. Media Center DPC PKS Batununggal berusaha mengambil peran salah satu sisi media agar pemberitaan sebuah opini menjadi aga ber-imbang karena dilihat dari sudut pandang lain (internal).

Selain menyampaikan informasi, kami berharap dengan adanya sarana ini Silaturahim bisa lebih terjalin. Akhir kata semoga Allah SWT mengistiqomahkan kita untuk saling menasehati dalamkebajikan dan kesabaran. Amin…
Read More...